Self Pity, Kacian deh :-P
Hello..
As you asked supri… I’m back J hehe.. rasanya udah lama ya naik gunung, It’s been so long did not write anything in this blog..
Hari ini pengen nulis tentang self pity neh..
Self Pity Is DaNgerOus !!
Oh man.. Pernah alami SP??? bukan
surat
peringatan..
but Self Pity alias mengasihani diri sendiri.. oh, it’s so sad, kacian deh J
Pernah merasa empati pada curhat seseorang? Yang membuat kita merasa berbelas kasihan padanya?? Dan tanpa sadar kita membuat seseorang itu bukannya bangkit dari keterpurukkan perasaannya, malah meninabobokannya pada keadaannya? atau membuatnya merasa bahwa perasaan sedihnya dimaklumi hanya dengan kata-kata kita.. “hmm, wajar sih kalo kamu sedih“, ”wajar kalo menangis, sabar ya“.. belum lagi pandangan kita yang menunjukkan simpati yang tulus, bahkan serunya kita ikut menangis bersamanya.. Tidak diragukan kita tulus, tapi benarkah sikap itu membantu? Pernah alami hal demikian?? Apa yang terjadi padanya setelah itu?
Satu tulisan mengisahkan tentang perasaan seorang bapak yang merasa kasihan dengan seorang gadis kecil yang berjuang di hidupnya, sendiri dan harus selalu kuat, layaknya seorang pejuang, seorang pahlawan..
si bapak berpikir andaikan aku bisa membawanya kerumahku agar dia bisa bertumbuh selayaknya gadis seumurnya, bermain dan bergembira.
(Friends, bukankah ini reaksi yang wajar, bukankah kasih seperti itu?? Akupun berpikir begitu awalnya, setiap kali melihat kondisi orang yang “pedih”, rasanya ingin jadi pahlawan yang mampu menghilangkan “kepedihan” itu sekejap… sampai akhirnya aku memahami jawaban gadis ini)
Gadis kecil itu menjawab : “Jangan berpikir demikian. Setiap kali aku berpikir mengenai diriku dengan cara seperti itu, aku mulai kehilangan iman dan keberanianku. Tolonglah jangan merasa sedih kepadaku. Aku tahu bahwa aku sudah diberikan kehormatan yang besar bahkan untuk bertempur dalam pertempuran-pertempuran sang Raja. Aku menyerahkan hidupku kepadaNya, dan sekarang aku hanya harus hidup bagi-Nya, bukan bagi diriku lagi.”
(Bukankah kita juga orang-orang yang juga sudah menyerahkan hidup kita pada sang Raja, pada Yesus.. Bukankah hidup sekarang ini, adalah petualangan tuk hidup baginya, tanpa harus merasa diperlakukan tidak adil, bukankah hidup sekarang bukan diri kita lagi??)
Oh my God, betapa malunya diri ini menyadari kerap ada masalah, kerap ada hal yang tidak baik di kesehatan, pekerjaan, pelayanan, keluarga dan hubungan dengan orang lain, dll. Betapa cepatnya hati ini menjadi sedih, menjadi gelisah.. sekalipun mencoba bangkit, tapi sadar tidak sadar.. entah berapa banyak air mata yang kita keluarkan menangisi diri di kamar tidur kita. Dan mungkin bagi pria yang jarang menangis, berapa lama waktu yang habis untuk memikirkan keadaan diri, atau bagi mereka yang suka melarikan diri dari masalah, mencari pelarian dengan kegiatan… berapa lama waktu yang dihabiskan tuk berlari dari kenyataan dan membuang percuma waktu dan tenaga untuk hal yang tak sesungguhnya.
Bukankah seharusnya kita menghadapi semua itu dan bersyukur, karena hidup dan perjuangan hari ini adalah kehormatan, seburuk apapun itu dipandangan orang.. bukankah penilaian buruk itu tergantung cara nilai kita..
Bukankah jika kita menilai keadaan kita tidak buruk, maka itu tidak akan buruk buat kita, peduli orang bilang apa.. dan bukankah jika itu tidak buruk, kita akan punya iman yang tetap, dan semangat yang tak pernah patah.. dan dengan itu kita tidak akan pernah dikalahkan oleh tipu daya iblis. (bukankah iblis telah kehilangan kuasanya, yang dia punya hanyalah tipu muslihat.. karena itu janganlah menjadi bodoh dalam keadaan kita). Dan dengan iman dan harapan yang tak patah, Allah bisa bebas bekerja, dan semua keadaan akan sangat baik. Karena sejak semula Allah menetapkan keadaan kita seharusnya sangat baik. Jadi jangan membiarkan diri dikalahkan oleh apa yang hanya sebatas penglihatan mata.. Berjuanglah & Bersyukurlah. Tertawalah didalam keadaanmu, karena matamu yang memandang bahwa Allah penguasa segalanya sedang mengatur jalan-jalanmu dengan sempurna dan hasilnya pasti sempurna baik.
Stop menangisi keadaan kita, stop mengasihi diri sendiri.
Self Pity adalah musuh yang mematikan!
Aku pernah mengasihani diriku dalam situasi yang sulit, sedahsyat apapun aku berdoa, jika mental ini tetap ada di diriku, maka serumit perasaan yang ada, serumit itulah jalan keluar yang datang.
Masalah mungkin akan datang lagi, tapi aku belajar tidak mengasihani diri sendiri.. tapi menjadi SANTAI, bukan lari dari masalah.. tapi karena mampu bersyukur atas keadaan dan percaya bahwa GOD is ALWAYS Take Controll… So be calm.. and pray.. and the way out has come..
No matter what you’ve been through, friends, no matter in what situation now you have to fight.. Do Not Feel Pity For Your Self. That’s only process to purify your faith. Just remember your purposes on life.. Bukankah kekekalan itu tujuanmu?? So Be Bold & Be Strong.
Yesus mengasihi kita sangat, sampai tidak bersisa bagian apapun tuk dirinya. Sudah dikasihi. Sudah sempurna.
Tidak ada alas an tuk sedih akan apapun lagi.
Hope this bless your heart, friends.
Love u all.