Maths
Kadang sulit menjabarkan aplikasi maths semudah menggambarkan aplikasi physics or tentunya social topics (tanpa dijabarkan ilmu social sudahlah aplikatip abis)
But..
Aneh tapi nyata kan?? pas sekolah dulu ntah mengapa maths itu jadi ilmu yang terpenting tuk dimengerti.. lihat aja ampe detik ini, Ujian Akhir Nasional saja.. (UAN) hanya mengujikan Bhs. Indonesia, Maths dan Bhs Inggris.. tuh kan?? hehe..
Ga heran, sekarang sekolah-sekolah mencari guru-guru yang tidak hanya pintar berteori maths, tapi juga pintar menyajikannya dalam format yang menarik.. and jujur gue ga pakar-pakar banget dalam hal ini dan dalam keterbatasan gue, gue harus bilang harus diakui, tetap ada materi maths yang emang akan sulit dibahas dalam bahasa sederhana atau diterangkan aplikatipnya dalam hal-hal yang dimengerti anak-anak SMP or SMA apalagi SD.. eh kalo SD sih materinya masih gampang nyak, jadi gampanglah menyajikannya lebih menarik.. bagi gue MATHS emang ILMU pasti abis.. ampe susah diaplikatipin di hidup sehari-hari.. bahasa teman2 gue, mulu angka.. hehe.. pdhl ga gitu banget2 lah..=P
Eh kok jadi bahas ini.. STOP.
Karena sebenarnya gue cuma mo cerita, tentang satu materi maths yang gue entah kenapa jadi berkesan aja.. padahal sederhana.. lucu ajah..
Namanya.. "Pemetaan (Fungsi)"
(tapi berhubung gue ga sedang ngajar, gue ga bahas details ya.. bisa berlembar2 ntar.. ga perlu juga kan contoh soal dan solusi hehe)
Ilmu math satu ini, diawali dari penerangan tentang Relasi, Di Relasi ini dibahas tentang ‘as the title ; relasi = hubungan’, jadi biasanya dikatakan ada 2 himpunan, cth: Himp. A (1, 2, 3) dan Himp. B (a, b), maka relasi yang bisa terbentuk apa saja bisa..
yaitu : {(1,a), (1,b),(2,a), (2,b), (3,a)} dan bisa saja variasi yang lain.. jika himp. A berhubungan dengan semua di himp. B ya boleh.. jika hanya dengan hanya satupun ya boleh juga..![]()
Gue sederhanakan dalam bahasan gue, himpunan itu adalah orang-orang, apa yang dinamakan batas relasi adalah sekedar hubungan, membangun hubungan, membuat hubungan antar 2 himpunan/komunitas atau orang, bisa dengan siapa saja, bisa dengan berapa banyak orang, tak ada batasan, yang penting ada hubungan yang dijalin.. bisa dinamakan relasi teman, relasi keluarga, alumni, sahabat dan macam lagi..
Nah, pemetaan itu sendiri adalah "khususnya" relasi, bahasa gue, relasi yang dibatasi. Ini yang gue suka… soale gue suka yang "dibatasi" hehe..
Pemetaan adalah hubungan antara 2 himpunan, kayak tadi himp A. dan B. Tapi aturannya adalah, anggota himp. A HARUS SETIA, anggota-anggota A hanya diperbolehkan memiliki satu pasangan saja di B, tapi emang anggota B boleh dimiliki oleh lebih dari satu anggota A. Dan aturan lainya, anggota-anggota A harus punya pasangan, ga boleh JOMBLO, kalo anggota B gpp jika ada yang jomblo..
cth: {(1,a), (2,b), (3,b)}
Nah, terusan dari pemetaan ini (relasi yang "dibatasi"), ada yang dikenal dengan TRANSFORMASI SATU-SATU, yang ini lebih mantap lagi..![]()
Hubungan antara himp. A dan himp. B, gue namakan hubungan "mantap". Kenapa? karena anggota A dan anggota B harus saling masing-masing hanya punya 1 pasangan.. tidak hanya utk A tapi juga untuk B…
jadi cthnya himp. A {1,2,3} dan himp. B {a, b, c}
nah alternatif pasangannya adalah {(1,a), (2,c), (3,b)}
Suit.. suit.. gue senang aja ngajarin ilmu ini, sekalian mengingatkan pada diri dan orang lain (murid gue).. jadi orang yang ideal tuh harus punya batasan ama diri, ilmu maths aja mengajarkan kesetiaan dan keidealan.. apalagi ilmu agama, hehe
Uniknya kalo ditelusuri dari awal, gue menggambarkan tahap 1 (relasi) ini sebagai tahap hubungan, anak muda yang baik adalah yang punya pergaulan luas (tentunya komunitas yang sehat), bangun hubungan pertemanan dengan siapa saja,
tahap kedua, lanjutannya (pemetaan/fungsi) waktu mulai merasakan ada ketertarikan, ya mulai doakan, mungkin si cewe (himp. B) bisa saja didoakan lebih dari satu cowo, mungkin juga yang "nembak" lebih dari satu cowo, karena tidak saling tau, tapi si cowo (himp. A), sebelum nembak kan sudah bergaul banyak orang tuh, tembaklah yang memang sudah diyakini yang terbaik, makanya hanya nembak satu cewe di B, ga boleh 2, kalo 2 atau lebih emangnya undian iseng-iseng berhadiah, coba ini atau itu.. itu mah bukan A Man.. tapi masih A boy.. buat cewe-cewe, jika ketemu cowo model just a boy gini, mending suruh kelaut aja.. ga usah dipertimbangkan..
Nah tahap ke tiga (transformasi satu-satu).. nah si cewe harus buat keputusan.. setelah berdoa dan yakin, ada baiknya sama-sama melihat "bibit bebet bobot" dulu, jangan coba-coba dululah.. ditimbang masak-masak dulu, maksud gue bukan pilih2, tapi kenali dengan baik, kalo dah jadian, ya kudu bertanggung jawab, itulah hubungan yang dewasa dan saling membangun, jangan putus sambung seenaknya, ga baik itu.. , supaya tidak ada saling menyakiti dikedepan karena banyak hal yang ditutupi alias kebohongan apalagi perselingkuhan.. bete deh, orang kebanyakan.. ga keren! =P
Setelah cewe yakin, ya sudah.. di jawab.. satu aja.. saling berkomitmen.. satu dengan satu.. tidak boleh selingkuh! si cewe juga kudu setia!
gue menamakan "orang yang selingkuh orang yang bodoh dan tidak beriman, karena dia ga tau ilmu maths ini berarti haha, plus yang pastinya tidak takut Tuhan, ga beriman berarti!" haha..
Hehe.. gila maths hebat… =P