Hari itu hari selasa, gue bangun dan doa pagi, ada beberapa hal yang me’remah’ yang gue bawa di batin sejak hari sabtu minggu gue retreat dan melayani, ada satu pertanyaan yang muncul dari satu pernyataan bahwa Yesus mati bua t kita karena Dia sangat mengasihi kita yaitu "kenapa Tuhan mengasihi kita?", and the answer is "Karena DIA mengasihi kita". Friends, gue orang yang suka menganalisa banyak hal, jadi for me this question and the answer jika ditinjau dari segi kajian pikiran dan otak, gue bisa bilang itu hanya pemutar balikan kalimat doang, jika gue keras hati maka gue bilang ini jawaban yang ga penting, gue ga puas..
Tapi gue tau sesuatu yang rohani emang hanya bisa dimengerti oleh ROh, bukan pikiran, dan gue tau sekalipun umur rohani gue bukan lagi kanak-kanak (seharusnya) dan sebenarnya "pertanyaan dan jawaban" itu sebenarnya juga udah ada dihati gue sejak dulu, ntah mengapa hari itu, "itu" menjadi sesuatu yang kuat berbicara lagi dihati gue..
Gue pulang dari retreat dan "itu" meremah banget. Pagi selasa itu, gue doa ama Tuhan, gue bilang, gue pengen banget bisa cerita ke orang lain lagi tentang Tuhan YEsus, tentang kasih, kematian dan keselamatan dariNya. Dulu gue sering PI, gue pengen banget cerita lagi ke orang lain, tapi gue ga tau harus ke siapa, orang-orang yang gue temui tiap hari hanyalah keluarga dan murid-murid gue, gue bilang ke Tuhan, gue ga tau harus bicara ke siapa, tapi gue minta Tuhan pertemukan gue dengan seseorang yang gue bisa cerita tentang YEsus.. gue bilang ke TUhan, gue cuma punya murid-murid gue, yang sebagian besar gue dah cerita tentang Yesus.. siapa lagi, tapi terserah Tuhanlah.. yang gue minta adalah kehormatan dan kesempatan tuk cerita lagi tentang YEsus.
Hari itu gue ngajar 4 orang, dan anak pertama adalah anak kelas 1 sd ya sekitar umur 5 atau 6 tahunlah.. friends, kalian pasti tau dong anak-anak seumur ini tuh, perbendaharaan kata-katanya dan juga kemampuan mereka menyerap banyak hal pasti terbatas dibanding kita yang dah tuik-tuik ini hehe, dan juga ke-kritis-an mereka yang begitu ‘bawel’, karena kritisnya bukan karena mereka mengerti tapi justru karena mereka ga mengerti, jadi dia tanya A, kita jawab A, tapi itu bisa sampai menjalar ampe Z, karena bagi anak seumuran begini, bicara tumbuhan atau hewan beracun, itu akan sama dengan mengakhirinya dengan vampire, yang menurutnya makhluk beracun juga.. see.. that’s kid.
Gue ngajar dia hari itu kira-kira 4 pelajaran, gue punya prinsip kalo tidak ada ujian besoknya, makanya kesempatan belajar hari ini adalah MENCICIL semua pelajaran, even masih BAB yang bakal lama ujiannya.. jadi budaya SKS yang gue biasa lakoni dulu, at least murid gue ga terjebak disitu, hehe itung-itung latihan, ntar punya anak sendiri kan bisa latihan (wadow.. jadi pengen punya… not the topic ya haha.. oke let’s back!)
Di akhir 20 menit terakhir kita belajar agama, topicnya Tuhan pencipta.. dan tiba-tiba ditengah dia berusaha mengingat point-point penting dan gue sambil menunggu dia, sedang asik berbicara dgn TUhan dlm hati tentang semua hal yang begitu meremah dihati gue, ya ttg "itu". Dia tiba-tiba bertanya, "kak vina, mengapa ALLAH menghukum YEsus?". Gue kaget, first, karena bahan pelajarannya hari itu even agama, tapi ga ada tentang Yesus dihukum atau salib dan sebagainya.. Second, siapa yang ajar dia kalo Yesus itu dihukum ALLAH. Gue jawab, "loh, hans tau dari mana kalo Yesus dihukum?, Yesus ga dihukum hans, Dia justru yang memberi diriNya mati buat hans dan buat kak vina". Dia diam lalu melanjutkan bacaannya, gue diam dan melanjutkan perenungan gue, beberapa detik kemudian, sesuatu bicara dihati gue, kalo gue bilang itu roh kudus, kesannya gue nulis hal yang ngawan-awan lagi ya.. hiiiyyyyy nge-roh pisan.. so anggaplah gue nulisnya just impresi otre.. (well,actually, just for my self lah.. i do believe that’s holy spirit =P.)
suara itu bilang, "bagikan ke dia lebih banyak vin". Hati gue rada ga terima, bukan apa-apa, gue ga mikir, friends, kalo gue harus ceritainnya ke bocah kecil begini, bukan gue ga sayang dia, tapi gue mikir simple, dia terlalu kecil untuk mengerti perkara yang rohani, gue mikir dia belum tentu paham kalo gue bicara perkara lahir baru toh??? tapi suara itu mendesak hati gue terus "bukankah kamu yang minta tadi pagi tuk dapat kesempatan dan bicara ttg AKU lagi?, bagikan ke dia". Gue akhirnya tunduk walo masih ada pikiran, masa sih ama anak mungil gini, mana dia ngerti.. tapi akhirnya, gue tarik wajah anak ini (tarik bukan kasar man, gue sentuh wajahnya dan arahin menatap gue.. dia lihat gue). Gue bilang, "sayang, kamu tau Tuhan YEsus mati buat hans dan kak vina, karena Yesus mau suatu saat nanti kita kembali ke DIa dan bisa hidup bersama DIA dalam kekekalan". Gue tanya "hans, melakukan dosa ga tiap hari?". Dia mengangguk dan berkata "iya kak, hans kadang bohong sama mama". Gue tersenyum dan bilang" kak vina juga, kita semua buat dosa hans, dan Iblis mau rusak lebih banyak, agar kita terpisah jauh dari ALLAH kita, tapi YEsus ga mau, YEsus sayang banget ama hans dan kak vina, YEsus beri diriNYA mati dikayu salib buat kita, Sekarang tinggal Hans dan kak vina percaya saja pada segala apa yang DIa lakukan dan kita terima Dia sebagai Tuhan, kita akan selamat.
Dia terdiam dan mengangguk, lalu dia melanjutkan menghafal pelajarannya.. Dan gue juga diam dan berkata dihati "uwes toh?" =P. Dia tiba-tiba berbalik dan berkata "kak vina, kenapa Tuhan mengasihi kita sampai DIA mau mati buat kita?". Gue ga langsung jawab saudaraku.. (eh saudaraku hehe, kayak pas khotbah aja neh).. gue diam dan suara dihati gue.. "sampaikan apa yang ada dihatimu beberapa hari ini, berikan jawaban itu", gue ga abis pikir bagaimana mungkin dia akan mengerti, dia anak kecil dan dia sangat kritis, jika gue menjawab dengan pertanyaan yang sama, bagaimana mungkin dia akan bisa menerima itu.. selama ini jika gue ga berhasil memuaskan pertanyaan dia, dia akan bertanya lebih panjang lagi sampai semuanya lari dari topik hehe.. tapi suara itu keras menyakinkan gue..
Gue tarik wajahnya lagi dan berkata" hans, mau tau mengapa Tuhan begitu mengasihi kita?, jawabannya "karena Tuhan mengasihi kita.. itu saja"
Ohh.. man.. gue kaget.. ekspresi wajahnya tidak bingung, dan dia berkata "ohh, iya"… lalu dia melanjutkan hafalannya lagi.. Gue kaget "kok bisa dia ga nyerocos dan bilang, loh itu kan pertanyaan hans, kok jawabannya itu.. gue dah mikir itu akan keluar.. tapi ternyata TIDAK!
Gue senyum, walo gue ga yakin dia paham atau tidak, beberapa detik kemudian, gue angkat kepala gue tanpa sengaja melihat samping wajah hans, dan sambil dia membaca,matanya mengerjap dua kali.. that’s natural.. gue juga begitu. Gue membaca buku, dan satu suara yang sama bilang gini "tanyakan dia, karena dia ingin menangis..", kali ini gue benar2 agak tegas, dihati gue berkata, itu biasa! gue baca buku juga mengerjap bisa beberapa kali, that’s natural… "tanyakan dia!!"
Gue nurut deh, dah ada tanda seru.. pas gue mau tanya jawab ke dia, gue tanya "sayang, kamu mau menangis ya?", dia ketawa dan bilang "ihh kak vina ngada-ngada aja.. ngga kok". Tuh kan gue udah bilang apa, that’s natural.. eh itu suara bilang lagi "katakan padanya, jika dia ingin menangis tidak apa-apa". Friends, karena semuanya terjadi ditengah dialog, gue ga bisa menganalisa lagi, jadi ga sempat membantah, gue langsung aja ngeluarin apa yang ada dihati gue maksud gue suara itu, gue bilang "hans, jika hans ingin menangis, tidak apa-apa". Dia jawab sambil senyum malu, "kak vina tau aja nih". Dan gue bilang ke dia, kalo gitu, ntar tutup belajar kita berdoa ya.. iya kak kata dia. Lalu gue tanya jawab ke dia, dan semua pertanyaan dia berhasil menjawab dengan sangat baik. Waktu belajar selesai, dan gue membereskan bukunya, sembari gue membereskan bukunya, gue lihat dia membelakangi gue dan menghadap dinding, gue bingung, ga biasanya, karena biasanya pas begitu, dia bisa lompat kesana kemari, naek tempat tidur atau ngoceh panjang lebar.. loh ini kok diam aja dan menghadap tembok. Gue tegur "hans, kenapa kak vinanya dibelakangi? hans ngapain?". dia jawab tanpa berbalik "ggp kok". Dihati gue terbersit tapi bukan suara, kayaknya nangis nih, tapi gue ga yakin, karena knapa menangis, apa yang harus ditangisi, apa yang membuat menangis.. Friends, dalam hadirat Tuhan hati orang bisa berubah, dan ga heran dalam hadirat TUhan misalnya diibadah atau saat berdoa, atau bahkan dalam KKR, orang setegar apapun bisa menangis dan bertobat, ya karena hadirat Tuhan.. tapi ini kan belajar dan gue ga merasa hadirat yang tiba-tiba merubah kamar menjadi suasana beda.. ga juga.. ya tentunya selain suara-suara dihati gue, tapi itukan di hati gue sendiri, si hans kan ga (menurut gue waktu itu begitu).
Nah selesai beres, gue tarik badannya sambil ngomong "udah kelar, kita tutup dalam doa yuk". Gue kaget friends.. "itu wajah penuh dengan air yang mengalir deras, penuh dengan air mata, tapi tanpa erangan.." Teman pernah liat anak kecil menangis tapi tanpa suara, setidaknya ini pertama kali bagi gue melihat begitu, setau gue anak kecil menangis, pasti at least dia mengerang atau sesunggukkan sedikitlah.." Gue pernah liat teman gue seumuran gue, yang beban hatinya berat banget, sampai dia mengeluarkan air mata tapi tanpa suara, bahkan tanpa muka yang beraut menangis, sangkin pedihnya hati, orang bisa menangis deras tapi sudah tanpa suara dan tanpa mimik yang berubah.
Gue terharu, gue tanya ke dia "sayang, ada apa?" dia hanya menggeleng dan berkata tidak apa-apa. gue tanya "Apa yang ada dihatimu hans?", "kamu merasakan kasih Tuhan?", "hans, bersyukur punya YEsus?", dia jawab "Iya kak". lalu gue ajak dia berdoa..
BErdoa dengan anak kecil tentu berbeda jika gue berdoa dengan teman-teman, bahasa kan beda, gue tau gue berdoa dengan bahasa yang sangat sederhana.. dan sepanjang doa yang sederhana itu, dia menangis sesunggukkan.. dan waktu gue ajak dia ikutin doa gue, mensyukuri apa yang YEsus lakukan dan juga doa seperti yang juga teman-teman lakukan saat mengalami KRistus dan bertobat, dia lakukan itu.
Setelah berdoa, rona wajah berubah, dan dia bersyukur sekali dengan apa yang dia alami bersama Yesus secara pribadi, even dia masih kecil.. sekeluarnya gue dari kamarnya, dan pindah kamar karena akan mengajar cici-nya juga, dia tetap dikamar biasanya langsung lari dan bermain PS.. gue tanya, "hans, ga mau keluar sayang?". Dia jawab "tidak kak, hans mau santai dulu".. Gue tau friends, dia mau berdoa, karena diakhir pertemuan, gue tanya apa dia mau rajin berdoa sejak kecil, setidaknya mengucap syukur sebelum tidur dan diwaktu pagi.. dia bilang mau.. dan setelah hari itupun gue cek, dan dia mau melakukannya, dia bilang, kadang lupa, tapi hans pasti doa dulu dalam hati walo ga ada suara kak..
Gue pulang hari itu dan sepanjang sore gue bersuka cita, gue tidak menyangka, gue bercerita dengan anak kecil, sesuatu yang gue pikir, apa iya gitu mereka makhluk-makhluk mungil ini bisa paham arti salib dan kasih Tuhan.. ternyata GUE SALAH.
Gue diajar 3 hal waktu itu selain rasa sukacita karena ada orang yang selamat, yaitu:
1. PErtobatan, hati yang sederhana, tidak heran YESUS berkata, orang harus punya hati seperti anak kecil, baru dia bisa masuk sorga (ayat jelasnya gue ga ingat hehe).. intinya jaman sekarang banyak hati yang sudah mengeras, dan memandang rendah apa yang Yesus lakukan dikayu salib, banyak orang menjadi skeptis dan apatis, dan semua coba dianalisa dengan otak, kesulitan hidup dan keputusasaan dan juga kesombongan membuat orang tidak mau untuk bertobat.. bagi mereka itu omong kosong dan ga penting.. Jika seorang anak kecil yang terbatas untuk mengerti tapi bisa menangkap apa yang ROH katakan dan dia alami kuasa kematian dan kebangkitan YEsus.. (karena seperti yang gue ceritakan diatas, apa yang gue sampaikan ke dia, sangat sedikit dan begitu simple), dan itu membuat dia mencintai YESUS. Gue tau Roh KUDUS yang kerja.. pertobatan itu bukan masalah apa atau siapa yang menyampaikan, tapi itu pekerjaan ROH dan respon sederhananya hati orang itu. That’s his kairos.. thanks Lord!
2. Jangan batasi pekerjaan BAPA, gue bertobat, gue pikir adalah lebih baik cerita ttg YEsus ke orang-orang gede, ternyata tidak jika sudah jadi kairos seseorang, maka sebenarnya gue cuma diperlukan jadi CORONG yg taat. Tuhan yang kerja ternyata.
3. Jalan hidupnya panjang, pe-er gue belum selesai dan gue tau Tuhan bertanggung jawab, gue berdoa dimasa dia bertumbuh dan semakin besar, dia boleh ada di jalan TUhan.. Semua AnugerahNya.
Friends, thanks udah mau baca ini, gue bersyukur Tuhan ijinkan gue alami momen ini, yukkk terus miliki hati yang sederhana agar kita bisa melihat dan mengalami Tuhan dan kasihNYa setiap hari.. PRAISE THE LORD.
<semuanya akan berakhir, semuannya akan binasa, apakah yang kita kejar dihidup ini? mari menjadi maksimal dengan berubah dan berbuah.. Semua kita adalah manusia biasa, yg bisa menjadi luar biasa bersama Tuhan.. jangan putus asa! Ukuran kita bukan yang diukurkan manusia, tapi ukuran TUhan, Damai sejahtera dan kekekalan>
lup u all